Sea dan OpenAI membuka pendaftaran Sea x OpenAI Regional Codex Hackathon Series edisi Indonesia pada 14 September 2026. Ajang ini ditujukan bagi pengembang teknologi lokal yang ingin mengeksplorasi pemanfaatan kecerdasan buatan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui hackathon AI Sea OpenAI Indonesia 2026, peserta berkesempatan mengembangkan solusi berbasis AI secara kolaboratif. Selain ruang untuk membangun ide, kegiatan ini juga menyediakan akses terhadap Codex, agen pemrograman berbasis AI dari OpenAI, serta pendampingan dari pakar teknologi Sea dan OpenAI.
Pendaftaran dibuka hingga 10 Oktober 2026. Pengembang yang berminat wajib membentuk tim beranggotakan tiga hingga empat orang. Dari seluruh pendaftar, sebanyak 30 tim akan dipilih untuk mengikuti rangkaian hackathon secara luring di Jakarta.
Pendaftaran Dibuka hingga 10 Oktober 2026
Periode pendaftaran menjadi kesempatan bagi pengembang Indonesia untuk mengajukan gagasan dan membentuk tim sebelum proses seleksi peserta. Tim yang didaftarkan harus terdiri atas tiga sampai empat orang, sehingga setiap anggota dapat berkontribusi sesuai kemampuan dan perannya dalam pengembangan solusi.
Komposisi tim yang beragam dapat membantu peserta menggabungkan keterampilan teknis, pemahaman terhadap pengguna, serta kemampuan merancang produk. Dalam pengembangan solusi AI, kolaborasi seperti ini penting karena ide yang baik perlu diterjemahkan menjadi produk yang dapat digunakan dan relevan dengan persoalan nyata.
Informasi yang tersedia belum merinci tema khusus atau kriteria penilaian setiap tim. Namun, tujuan utama ajang ini adalah mendorong pengembang lokal membuat solusi AI yang menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, peserta dapat memusatkan perhatian pada persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan memiliki peluang untuk ditangani melalui teknologi.
30 Tim Terpilih Akan Bertemu di Jakarta
Sebanyak 30 tim akan terpilih untuk mengikuti hackathon luring selama satu hari di Jakarta. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026. Format tatap muka ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk bekerja secara intensif, berdiskusi langsung, dan memperoleh masukan selama proses pengembangan.
Pelaksanaan selama satu hari juga membuat peserta perlu menyiapkan gagasan dan pembagian tugas dengan baik sejak awal. Tim dapat memanfaatkan waktu kegiatan untuk menyusun konsep, mengembangkan purwarupa, menguji pendekatan, dan menyempurnakan solusi berdasarkan arahan mentor.
Hackathon bukan hanya tentang menghasilkan kode dalam waktu singkat. Peserta juga perlu menunjukkan bagaimana solusi yang dibuat dapat digunakan, siapa pengguna sasarannya, serta masalah apa yang ingin diselesaikan. Sudut pandang tersebut membantu memastikan pemanfaatan AI tidak berhenti pada demonstrasi teknologi, tetapi memiliki kaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Akses ke Codex dan Pendampingan Pakar
Salah satu fasilitas yang ditawarkan dalam ajang ini adalah akses ke Codex, agen pemrograman berbasis AI dari OpenAI. Akses tersebut dapat membantu peserta dalam proses pengembangan, terutama ketika mereka perlu mengeksplorasi pendekatan pemrograman atau mempercepat pekerjaan teknis.
Meski demikian, penggunaan alat berbasis AI tetap membutuhkan pemahaman dan pengawasan dari pengembang. Peserta perlu menilai hasil yang dihasilkan, memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan proyek, serta melakukan pengujian sebelum solusi digunakan. Kemampuan untuk memadukan keahlian manusia dengan bantuan AI menjadi bagian penting dalam proses pengembangan.
Peserta juga akan memperoleh pendampingan dari pakar teknologi Sea dan OpenAI. Kehadiran mentor dapat membantu tim menguji kelayakan ide, mengidentifikasi tantangan teknis, dan menyusun solusi secara lebih terarah. Masukan dari praktisi juga dapat memperkaya cara peserta melihat persoalan dan menyampaikan hasil pengembangan mereka.
Mendorong Solusi AI yang Relevan bagi Masyarakat
Penggunaan kecerdasan buatan terus berkembang di berbagai bidang. Namun, tantangan utama bukan hanya menciptakan teknologi yang canggih, melainkan memastikan teknologi tersebut memberikan manfaat yang jelas bagi pengguna. Fokus pada kebutuhan masyarakat membuat peserta perlu memahami konteks persoalan sebelum menentukan solusi.
Dalam konteks Indonesia, kebutuhan tersebut dapat memiliki karakter yang beragam. Perbedaan latar belakang pengguna, kebiasaan, dan akses terhadap teknologi perlu dipertimbangkan saat merancang produk berbasis AI. Solusi yang efektif juga perlu dibuat dengan memperhatikan kemudahan penggunaan dan kemampuan untuk dikembangkan lebih lanjut.
Hackathon ini memberi ruang bagi pengembang lokal untuk menguji gagasan dalam lingkungan yang terarah. Peserta tidak hanya ditantang menghasilkan konsep, tetapi juga mengubahnya menjadi purwarupa yang dapat menjelaskan cara kerja dan manfaat solusi tersebut.
Ajang ini menempatkan pengembang Indonesia sebagai bagian penting dalam proses penciptaan solusi AI yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi Global dan Ekosistem Digital Nasional
Kolaborasi Sea dan OpenAI menunjukkan semakin terbukanya akses pengembang lokal terhadap alat pengembangan berbasis AI. Bagi ekosistem teknologi Indonesia, kesempatan seperti ini dapat mempertemukan talenta lokal dengan teknologi serta pengalaman dari perusahaan yang beroperasi dalam skala besar.
Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh tim yang terpilih. Pengetahuan, pengalaman, dan gagasan yang muncul dari kegiatan tersebut berpotensi memperkaya diskusi mengenai pemanfaatan AI di Indonesia. Hackathon juga dapat menjadi ruang untuk membangun jejaring antarpengembang dan memperkuat budaya eksperimen di kalangan talenta teknologi.
Di sisi lain, kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pengembangan AI membutuhkan lebih dari sekadar akses terhadap perangkat. Peserta memerlukan pemahaman terhadap masalah lokal, kemampuan bekerja dalam tim, serta kemauan untuk menguji dan memperbaiki solusi. Faktor-faktor tersebut menjadi bekal penting untuk menghasilkan produk yang bertanggung jawab dan bermanfaat.
Hal yang Perlu Disiapkan Calon Peserta
Pengembang yang tertarik mengikuti hackathon AI Sea OpenAI Indonesia 2026 perlu memastikan tim sudah beranggotakan tiga hingga empat orang sebelum batas pendaftaran berakhir pada 10 Oktober 2026. Tim juga sebaiknya menyepakati masalah yang ingin diangkat dan peran setiap anggota.
- Menyusun gagasan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
- Menentukan pembagian tugas dalam tim sejak awal.
- Menyiapkan penjelasan singkat mengenai masalah dan solusi yang ditawarkan.
- Mempertimbangkan cara memanfaatkan Codex dalam proses pengembangan.
- Menyiapkan rencana pengujian agar solusi dapat dinilai secara jelas.
Persiapan tersebut akan membantu tim bekerja lebih efektif apabila terpilih sebagai salah satu dari 30 tim peserta. Dengan waktu pelaksanaan yang berlangsung selama satu hari secara luring, kejelasan tujuan dan pembagian kerja dapat menjadi faktor penting untuk menyelesaikan proyek.
Pendaftaran Sea x OpenAI Regional Codex Hackathon Series edisi Indonesia berlangsung hingga 10 Oktober 2026. Selanjutnya, 30 tim terpilih akan mengikuti hackathon di Jakarta pada 7 November 2026 dengan dukungan akses Codex dan pendampingan dari pakar teknologi Sea serta OpenAI.