Cathedral, startup keamanan siber, menemukan jalur menuju sebagian sistem bisnis Anthropic dalam waktu kurang dari 12 jam dengan bantuan agen AI. Temuan itu muncul dalam pengujian keamanan bergaya bug bounty pada 26 Oktober 2026.
Jalur akses tersebut tidak mengarah langsung ke sistem inti Anthropic. Menurut informasi yang dikonfirmasi Anthropic, Cathedral memanfaatkan kelemahan pada perangkat lunak bisnis pihak ketiga yang digunakan dalam lingkungan perusahaan. Akses terbatas kemudian memungkinkan peneliti menjangkau sebagian sistem penjualan, sumber daya manusia, dan teknologi informasi.
Anthropic menyatakan bahwa data yang dapat diakses mencakup informasi kontak bisnis milik sejumlah pelanggan dan mitra, serta catatan dasar akun pengguna. Perusahaan menegaskan bahwa percakapan pelanggan dengan Claude, respons Claude, kode sumber, dan bobot model tidak diakses dalam pengujian tersebut.
Jalur ditemukan dalam waktu kurang dari 12 jam
Cathedral menguji permukaan serangan Anthropic melalui program keamanan yang dirancang untuk menemukan kelemahan pada sistem perusahaan. Dalam pengujian itu, agen AI digunakan untuk membantu menelusuri kemungkinan jalur akses yang melibatkan perangkat lunak dan layanan bisnis pihak ketiga.
Menurut temuan Cathedral, agen tersebut menemukan jalur menuju sejumlah sistem dalam waktu kurang dari 12 jam sejak pengujian dimulai. Fokusnya bukan pada pembobolan langsung terhadap infrastruktur inti Anthropic, melainkan pada hubungan antara sistem perusahaan dan perangkat lunak eksternal yang dipakai untuk mendukung kegiatan bisnis.
Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan bahwa keamanan perusahaan tidak hanya bergantung pada perlindungan pusat data atau aplikasi utama. Aplikasi yang digunakan untuk penjualan, sumber daya manusia, dan teknologi informasi juga dapat menjadi bagian penting dari permukaan serangan apabila terhubung dengan sistem internal.
Anthropic membatasi dampak dan menghentikan akses
Anthropic mengatakan aktivitas Cathedral terdeteksi oleh perusahaan. Akses tersebut kemudian diputus pada hari yang sama. Perusahaan juga menonaktifkan sementara perangkat lunak yang terkait dengan jalur akses tersebut sampai vendor memperbaiki kerentanannya.
Anthropic menyatakan tidak menemukan bukti bahwa pihak lain memanfaatkan kerentanan yang sama. Pernyataan ini membedakan pengujian Cathedral dari insiden serangan kriminal yang melibatkan aktor tidak dikenal. Dalam kasus ini, aktivitas berlangsung dalam konteks pengujian keamanan yang diotorisasi, meskipun kedua pihak memiliki pandangan berbeda mengenai pelaksanaannya.
Perusahaan juga menekankan batas data yang terdampak. Informasi kontak bisnis dan catatan dasar akun pengguna berada dalam lingkup akses yang disebutkan Anthropic. Namun, perusahaan menyatakan tidak ada akses terhadap isi percakapan pelanggan, jawaban Claude, kode sumber, maupun bobot model.
Perbedaan pandangan tentang cakupan temuan
Cathedral menggambarkan hasil pengujian itu sebagai bukti bahwa agen AI dapat mempercepat pemeriksaan keamanan pada lingkungan bisnis yang kompleks. Dalam pandangan startup tersebut, koneksi antara berbagai aplikasi SaaS pihak ketiga dapat menyediakan jalur yang sulit ditemukan melalui pemeriksaan manual saja.
Anthropic tidak sepenuhnya menerima gambaran tersebut. Perusahaan menilai Cathedral melebih-lebihkan implikasi keamanan nasional dari temuannya dan menyatakan bahwa peneliti tidak sepenuhnya mengikuti aturan pengujian yang telah ditetapkan.
Perbedaan ini penting karena status pengujian yang diotorisasi tidak otomatis berarti semua tindakan peneliti berada di luar perdebatan. Program bug bounty atau program keamanan serupa biasanya memiliki batas mengenai sistem yang boleh diuji, data yang boleh diakses, dan cara peneliti menangani temuan. Dalam kasus Anthropic, rincian yang dipersoalkan berkaitan dengan cakupan temuan dan kepatuhan terhadap aturan tersebut.
Risiko keamanan SaaS menjadi perhatian
Kasus ini menyoroti risiko yang muncul dari ekosistem software-as-a-service atau SaaS. Perusahaan modern sering menghubungkan layanan untuk mengelola penjualan, sumber daya manusia, dukungan pelanggan, dan administrasi teknologi informasi. Setiap koneksi dapat memperluas fungsi, tetapi juga menambah titik yang harus diawasi.
Kelemahan pada satu layanan pihak ketiga tidak selalu memberikan akses penuh ke jaringan perusahaan. Namun, jika layanan itu memiliki hubungan dengan sistem lain, kelemahan tersebut dapat menjadi titik awal untuk menemukan informasi tambahan atau memperluas akses secara bertahap. Karena itu, pengujian keamanan perlu memperhitungkan alur antarsistem, bukan hanya memeriksa aplikasi utama secara terpisah.
Penggunaan agen AI menambah dimensi baru dalam proses tersebut. Agen dapat membantu mengulangi pemeriksaan, menelusuri konfigurasi, dan menghubungkan temuan dari beberapa layanan dengan lebih cepat. Dalam kasus Cathedral, kemampuan itu dikaitkan dengan ditemukannya jalur akses dalam hitungan jam.
Namun, kecepatan penemuan tidak sama dengan bukti bahwa seluruh sistem telah ditembus. Fakta yang dikonfirmasi Anthropic menunjukkan akses terbatas pada bagian tertentu dari sistem bisnis. Tidak ada keterangan bahwa sistem inti yang menyimpan percakapan Claude, kode sumber, atau bobot model berhasil diakses.
Bukan bukti serangan terhadap infrastruktur inti
Istilah “agen AI menembus sistem Anthropic” perlu dipahami secara tepat. Cathedral menemukan jalur menuju sebagian sistem bisnis Anthropic melalui kelemahan pada perangkat lunak pihak ketiga dalam pengujian yang diotorisasi. Peristiwa ini bukan bukti adanya serangan kriminal terhadap infrastruktur inti Anthropic.
Temuan tersebut tetap relevan bagi perusahaan yang mengandalkan banyak layanan terhubung. Pengelolaan akses, pemantauan aktivitas, pembaruan perangkat lunak, dan koordinasi dengan vendor menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko dari jalur serupa.
Respons Anthropic menunjukkan beberapa langkah pengendalian: mendeteksi aktivitas, memutus akses pada hari yang sama, menonaktifkan perangkat lunak terkait, dan menunggu perbaikan dari vendor. Pernyataan bahwa tidak ada bukti eksploitasi oleh pihak lain juga menjadi bagian penting dalam menilai dampak kejadian ini.
Kasus Cathedral pada akhirnya memperlihatkan dua hal sekaligus. Agen AI dapat mempercepat pencarian jalur lemah dalam jaringan layanan bisnis yang saling terhubung. Di sisi lain, batas akses dan dampak aktual tetap harus dinilai berdasarkan bukti yang dikonfirmasi, bukan semata-mata klaim mengenai kemampuan agen tersebut.