Bukan Prasmanan Mewah, Pesta Ini Sajikan Jajanan SD Langganan

Pernikahan unik jajanan SD di Salatiga menghadirkan telur gulung, sempolan, takoyaki, dan bakso langganan masa kecil pasangan pengantin.

Pernikahan unik jajanan SD menjadi pilihan Setiana Khidmatul Umroh atau Tia dan Bayu Eko Ardianto, pasangan asal Salatiga, Jawa Tengah. Alih-alih hanya mengandalkan hidangan pesta yang serba formal, mereka menghadirkan pedagang kaki lima langganan sejak masa kecil sebagai vendor makanan di resepsi.

Konsep tersebut membuat pesta pernikahan mereka ramai dibicarakan setelah dibagikan melalui akun Instagram @setiana_k dan @bayoooeee. Para tamu tidak hanya menikmati hidangan prasmanan, tetapi juga bisa menyantap jajanan yang akrab dengan suasana pulang sekolah atau bermain di sekitar lingkungan rumah.

Di area pesta, sejumlah gerobak jajanan menyajikan telur gulung, sempolan, takoyaki, dan bakso. Pilihan tersebut terasa sederhana, tetapi justru memiliki cerita personal bagi Tia dan Bayu. Kehadiran jajanan itu membuat resepsi terasa lebih santai, dekat, dan berbeda dari pesta pernikahan pada umumnya.

Berawal dari Kegemaran Tia Jajan Sejak Kecil

Ide menghadirkan pedagang jajanan langganan berangkat dari kebiasaan Tia yang gemar jajan sejak kanak-kanak. Salah satu yang paling berkesan adalah telur gulung dari pedagang yang sudah dikenalnya sejak taman kanak-kanak.

Bagi Tia, makanan tersebut bukan sekadar camilan. Telur gulung menjadi bagian dari kenangan masa kecil yang terus terbawa hingga dewasa. Karena itu, jajanan tersebut dianggap layak hadir dalam salah satu momen paling penting dalam hidupnya, yakni pernikahan.

Keputusan ini juga menunjukkan bahwa pesta pernikahan tidak selalu harus dibangun dengan pilihan makanan yang mahal atau mewah. Makanan yang sederhana dapat memiliki nilai emosional besar ketika berkaitan dengan pengalaman pribadi pengantin.

Jajanan masa kecil menjadi cara Tia dan Bayu menghadirkan cerita hubungan mereka dalam suasana pesta yang bisa dinikmati bersama para tamu.

Ratusan Porsi Jajanan Disiapkan untuk Tamu

Meski mengusung konsep nostalgia, penyelenggaraannya tetap dipersiapkan secara serius. Sebanyak 600 telur gulung, 600 sempolan, 400 takoyaki, dan 500 porsi bakso disediakan untuk para tamu undangan.

Jumlah tersebut memperlihatkan bahwa jajanan kaki lima bukan sekadar pelengkap dekorasi atau gimmick untuk difoto. Makanan itu benar-benar menjadi bagian dari sajian utama yang dapat dinikmati tamu selama acara berlangsung.

Para tamu tetap mendapatkan hidangan prasmanan, stall tengkleng, dan makanan pembuka atau welcome snack. Dengan begitu, pilihan makanan dalam pesta tetap beragam. Tamu yang ingin menikmati hidangan tradisional maupun jajanan ringan dapat memilih sesuai selera.

Keberadaan gerobak jajanan juga memberi pengalaman yang lebih interaktif. Tamu dapat melihat makanan disiapkan dan disajikan secara langsung, seperti ketika membeli jajanan di lingkungan sekolah atau di pinggir jalan. Nuansa tersebut membuat suasana resepsi terasa tidak terlalu kaku.

Delapan Tahun Bersama, Dirayakan dengan Cara Personal

Tia dan Bayu telah berpacaran selama delapan tahun sebelum akhirnya menikah. Durasi hubungan yang panjang itu membuat konsep pesta mereka terasa selaras dengan perjalanan yang telah dilalui bersama.

Pernikahan mereka bukan hanya perayaan mengenai hari akad, melainkan juga rangkuman dari berbagai kenangan yang membentuk kehidupan Tia dan Bayu. Memasukkan makanan favorit sejak kecil menjadi salah satu cara untuk membuat acara tersebut terasa lebih mencerminkan diri mereka.

Akad nikah berlangsung pada 4 Agustus 2026. Sementara itu, resepsi dan penerimaan tamu digelar pada 8 hingga 9 Agustus 2026 di Grogol, Blotongan, Salatiga.

Setelah momen tersebut dibagikan di media sosial, konsep pesta mereka menarik perhatian ratusan ribu penonton. Banyak orang menilai pilihan ini terasa unik karena tidak berusaha mengikuti pola resepsi yang seragam.

Suvenir Sayuran Segar untuk Para Tamu

Selain menyajikan jajanan masa kecil, pasangan ini juga memberikan suvenir yang tidak biasa. Para tamu menerima satu kantong sayuran segar sebagai buah tangan.

Ide suvenir tersebut berasal dari ibu Tia. Pilihan ini kembali memperlihatkan pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sayuran segar bisa langsung dimanfaatkan di rumah, sehingga suvenir tidak berhenti sebagai benda pajangan.

Jika jajanan kaki lima menghadirkan nostalgia, suvenir sayuran memberi kesan praktis sekaligus unik. Keduanya sama-sama memperkuat karakter pesta yang tidak dibuat semata-mata untuk terlihat mewah, tetapi juga memiliki manfaat dan cerita.

Pernikahan yang Mendukung Pedagang Kecil

Menghadirkan pedagang langganan sebagai vendor juga memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk terlibat dalam perayaan besar. Para pedagang yang biasanya berjualan di lingkungan sehari-hari dapat menjadi bagian dari momen penting keluarga Tia dan Bayu.

Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa dukungan terhadap pedagang kecil bisa dilakukan melalui banyak cara, termasuk dengan melibatkan mereka dalam acara keluarga. Di sisi lain, para tamu memperoleh pengalaman kuliner yang lebih akrab dan berbeda.

Konsep ini dapat menjadi inspirasi bagi pasangan lain yang sedang merencanakan pernikahan. Tidak semua pesta harus memiliki menu yang seragam atau mengikuti tren katering premium. Makanan favorit, pedagang yang punya hubungan emosional, atau sajian khas daerah dapat menjadi bagian dari identitas acara.

Tren Pesta yang Lebih Personal dan Santai

Pernikahan Tia dan Bayu menggambarkan pergeseran cara pasangan muda memaknai pesta pernikahan. Kemewahan bukan lagi satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah resepsi. Pengalaman personal, suasana akrab, dan kemampuan menghadirkan kenangan justru semakin mendapat tempat.

Jajanan SD yang biasanya dianggap sederhana dapat berubah menjadi elemen utama ketika memiliki hubungan kuat dengan kisah pengantin. Tamu pun tidak hanya datang untuk makan dan memberi ucapan selamat, tetapi juga merasakan atmosfer yang menggambarkan kepribadian pasangan.

Pernikahan unik jajanan SD di Salatiga ini pada akhirnya menunjukkan bahwa perayaan yang berkesan tidak selalu membutuhkan konsep rumit. Telur gulung, sempolan, takoyaki, bakso, dan sebungkus sayuran segar sudah cukup untuk menghadirkan cerita tentang masa kecil, perjalanan cinta, keluarga, serta hubungan pasangan dengan lingkungan di sekitarnya.

Jelajahi topik
ASIKINAJA.ID

Hidup udah ribet. Bacanya yang asik aja.

Cerita, tren, teknologi, lifestyle, relationship dan hiburan yang relate dengan kehidupan anak muda masa kini.