Fenomena Third Place, Tren Gaya Hidup Urban yang Makin Populer

AsikinAja.id – Pernah merasa ingin keluar rumah, tetapi tidak benar-benar ingin pergi ke kantor, pusat perbelanjaan, atau tempat wisata? Kamu mungkin sedang mencari third place, istilah yang belakangan semakin populer...

third place jadi tren gaya hidup urban

AsikinAja.id – Pernah merasa ingin keluar rumah, tetapi tidak benar-benar ingin pergi ke kantor, pusat perbelanjaan, atau tempat wisata? Kamu mungkin sedang mencari third place, istilah yang belakangan semakin populer dalam gaya hidup masyarakat perkotaan.

Third place atau “tempat ketiga” merujuk pada ruang di luar rumah sebagai tempat pertama dan kantor atau sekolah sebagai tempat kedua. Tempat ini biasanya digunakan untuk bersantai, bertemu teman, mengerjakan aktivitas pribadi, hingga berinteraksi dengan komunitas.

Konsepnya sebenarnya bukan hal baru. Istilah third place dipopulerkan oleh sosiolog Ray Oldenburg pada akhir 1980-an. Namun, kehidupan urban yang semakin sibuk membuat konsep tersebut kembali relevan. Coffee shop, taman kota, toko buku, perpustakaan, coworking space hingga ruang komunitas kini menjadi bagian penting dari keseharian banyak orang.

Third Place Bukan Sekadar Tempat Nongkrong

Bagi sebagian orang, pergi ke coffee shop mungkin terlihat sederhana: memesan kopi, membuka laptop, lalu duduk selama beberapa jam.

Namun, aktivitas tersebut menggambarkan perubahan cara masyarakat memanfaatkan ruang di kota.

Kafe dan restoran kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat makan dan minum. Banyak orang menggunakannya sebagai kantor sementara, lokasi meeting santai, tempat bertemu teman, atau sekadar ruang untuk menyendiri setelah menjalani hari yang sibuk.

Hal serupa juga terjadi pada taman dan ruang publik lainnya. Masyarakat datang untuk berolahraga, berjalan kaki, mengikuti kegiatan komunitas, membaca buku, atau sekadar duduk menikmati suasana.

Perubahan tersebut membuat batas antara tempat bekerja, bersosialisasi, dan beristirahat menjadi semakin fleksibel.

Kenapa Third Place Semakin Dicari?

Salah satu penyebabnya adalah pola kehidupan perkotaan yang semakin padat.

Rutinitas dari rumah menuju kantor kemudian kembali ke rumah setiap hari dapat terasa monoton. Karena itu, banyak orang membutuhkan ruang lain yang mampu memberikan suasana berbeda tanpa harus pergi jauh.

Third place memberikan kesempatan untuk keluar dari rutinitas tersebut.

Seseorang bisa menghabiskan satu atau dua jam di taman setelah pulang kerja, menyelesaikan pekerjaan dari coffee shop, mengikuti kegiatan komunitas pada akhir pekan, atau sekadar membaca buku di perpustakaan.

Ruang seperti ini juga memungkinkan terjadinya interaksi sosial secara lebih alami.

Tidak semua pertemanan harus dimulai dari sekolah atau kantor. Komunitas olahraga, kelas kreatif, klub buku, hingga kegiatan di ruang publik dapat mempertemukan orang-orang dengan minat yang sama.

Ruang Publik Mulai Menjadi Bagian dari Lifestyle

Fenomena tersebut juga terlihat dari semakin beragamnya aktivitas yang berlangsung di ruang publik.

Di Jakarta misalnya, taman kota, kawasan heritage, area transit dan sejumlah ruang terbuka semakin sering digunakan untuk pertunjukan seni, olahraga, festival komunitas, pemutaran film hingga kegiatan lifestyle. Jakarta Experience Board menyebut tren aktivasi ruang publik terus berkembang sebagai bagian dari cara baru menikmati kota.

Pada September 2026, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyoroti bagaimana ruang publik dapat menjadi tempat masyarakat berolahraga sekaligus membangun interaksi dan kebersamaan.

Artinya, masyarakat kini tidak selalu membutuhkan pusat perbelanjaan untuk mencari hiburan.

Taman yang nyaman, area pedestrian, ruang kreatif hingga kegiatan komunitas bisa menjadi alternatif untuk menghabiskan waktu luang.

Gen Z Ikut Mendorong Tren Ruang Komunal

Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang ikut membuat konsep third place semakin terlihat.

Di tengah kehidupan yang sangat dekat dengan media sosial dan layar smartphone, aktivitas tatap muka justru memiliki daya tarik tersendiri.

Komunitas lari, olahraga raket, klub buku, workshop kreatif hingga acara piknik bersama mulai menjadi bagian dari aktivitas akhir pekan masyarakat urban. Sejumlah acara komunitas di Jakarta sepanjang 2026 juga menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap ruang berkumpul secara langsung.

Menariknya, tujuan mereka tidak selalu untuk berbelanja.

Pengalaman, koneksi sosial dan kesempatan bertemu orang baru justru menjadi bagian penting dari aktivitas tersebut.

Inilah yang membuat tempat dengan konsep komunitas semakin diminati.

Tidak Harus Mahal

Ada anggapan bahwa menjalani lifestyle di kota besar membutuhkan biaya tinggi.

Padahal, third place tidak selalu identik dengan coffee shop mahal atau coworking space berbayar.

Taman kota, perpustakaan publik, area pedestrian, ruang terbuka hijau hingga kegiatan komunitas gratis juga dapat menjadi third place.

Hal terpenting adalah tempat tersebut memberikan rasa nyaman dan memungkinkan seseorang melakukan aktivitas tanpa tekanan untuk segera pergi.

Karena itu, third place yang ideal biasanya mudah dijangkau, memiliki suasana santai dan terbuka bagi banyak kalangan.

Dari Tempat Singgah Menjadi Ruang untuk Terhubung

Meningkatnya popularitas third place menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat kota tidak hanya sebatas memiliki tempat tinggal dan tempat bekerja.

Orang juga membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak.

Tempat untuk bertemu teman tanpa agenda formal, melakukan hobi, berolahraga, membaca, bekerja dengan suasana berbeda, atau bahkan sekadar menikmati waktu sendirian.

Di tengah kehidupan yang semakin digital, keberadaan ruang fisik untuk berinteraksi justru terasa semakin penting.

Itulah sebabnya coffee shop, taman, toko buku, perpustakaan dan berbagai ruang komunitas kemungkinan akan terus berkembang menjadi bagian dari gaya hidup urban.

Pada akhirnya, third place bukan hanya soal mencari tempat nongkrong yang estetik. Lebih dari itu, fenomena ini menggambarkan perubahan cara masyarakat menikmati kota, membangun hubungan sosial, dan mencari keseimbangan di tengah rutinitas sehari-hari.

Jelajahi topik
ASIKINAJA.ID

Hidup udah ribet. Bacanya yang asik aja.

Cerita, tren, teknologi, lifestyle, relationship dan hiburan yang relate dengan kehidupan anak muda masa kini.